Let’s travel together.

Wisata Sejarah Api Abadi Mrapen Di Purwodadi

0 85

Sekilas info, konon katanya Api Abadi Mrapen merupakan peninggalan Sunan Kalijaga yang hendak melakukan perjalanan ke sebuah tempat, namun saat sampai Pada Mrapen rombongan yang dipimpin oleh sunan kalijaga merasa sangat lelah dan haus, sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat di Mrapen. Akan tetapi di Mrapen tidak terdapat air untuk di minum, maka Sunan Kalijaga melakukan semedi memohon kepada Tuhan untuk di beri air. Seketika Sunan Kalijaga mencapkan tongkatnya pada tanah, tapi bukanya air yang keluar melainkan sumber api yang tak padam-padam. Dan sekalilagi Sunan Kalijaga menancapkan kembali tongkatnya di tanah dan keluarlah sumber air yang jernih.
Setelah itu mereka memeilih untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Demak namun pada saat sampai ke Demak ada sebuah barang yang tertinggal di Mrapen yaitu sebuah ompak (alis tiang) pada saat itu pula Sunan Kalijaga memerintahkan untuk tidak mengambil barang tersebut yang sekarang dikenal sebagai batu bobot. Dan menurut sejarah sumber air yang di kenal sebagai Sendang Dudo merupakan bekas tancapan tongkat Sunan Kalijaga yang di gunakan minum para rombongan.

Di kisahkan pada suatu hari sunan kalijaga bertemu dengan joko suko yang menjadi adik iparnya, kemudian Sunan Kalijaga meminta Joko Suko untuk membuatkanya keris dari bahan besi sebesar biji asam dan menyuruhnya untuk membakarnya pada Api Abadi Di Mrapen, karena rasa hormatnya pada Sunan Kalijaga, Joko Suko mau menuruti perintah tersebut, akan tetapi setelah proses pencucian di sumber air tersebut air nya berubah menjadi kecoklat-coklatan sampai sekarang.

Pada dasarnya Api Abadi Mrapen merupakan sebuah kompleks di Mrapen, yang lebih tepatnya berada pada Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Purwodadi.
Tetapi menurut Ilmuwan peristiwa ini merupakan fenomena geologi alam yaitu keluarnya gas dari dalam perut bumi yang menyebabkan keluarnya api ketika terkena angin.
Di Api Abadi Mrapen samapai sekarang masih banyak di kunjungi orang meskipun apinya tak lagi berkobar, akan tetapi masih dapat dingunakan untuk menyalakan api dan mengeluarkan panas.
Wisata yang berkunjung juga bukan hanya untuk menyaksikan Api Abadi tersebut melainkan untuk mendatangi batu bobot yang dipercaya apabila seseorang dapat mengangkat batu bobot maka orang tersebut dapat mengangkat keinginanya.

Selain itu juga tedapat kolam air panas yang konon dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit gatal, asam urat rematik serta penyakit kulit lainya.
Bukan hanya pengunjung setempat yang berdatangan akan tetapi banyak wisatawan dari luar daerah yang datang berkunjung. Biasanya wisatawan banyak berkunjung pada saat lebaran bersama-sama dengan keluarga mereka sambil mudik ke kampung halaman atau sekedar menyempatkan diri untuk mendatangi api abadi mrapen.

Untuk tarif masuknya tidak di pungut biaya hanya saja membayar biaya parkir kendaran yang cukup murah, jadi Api Abadi Mrapen merupakan wisata sejarah tanpa badget yang mahal, untuk itu anda dapat berlibur bersama keluarga besar tanpa perlu khawatir menghabiskan uang .

Leave A Reply

Your email address will not be published.