Let’s travel together.

Sejarah Masjid Tertua Di Pati Masjid Jami’ Al Mutamakkin Kajen

0 225

Masjid Jami’ Kajen yang terletak di jantung desa Kajen ini di dirikan oleh KH.Ahmad Mutamakkin. Dan sampai sekarang pun belum diketahui secara pasti kapan tahun berdirinya.

Tidak seperti kebanyakan masjid yang memiliki nama-nama khusus dari bahasa arab. Masjid Kajen adalah nama yang sejak dulu melekat bagi sebuah masjid Jami’ ini.

Keberadaan Masjid ini ada di Desa Kajen kecamataan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah. Di sana  terdapat kran mengantung yang dapat anda jadikan sebagai spot foto yang unik, selain itu Masjid jami’ juga sangat dekat dengan makam Syekh Ahmad Mutamakkin sehingga selain berkunjung ke Masjid anda juga bisa berziarah ke makam Syekh Ahmad Mutamakkin.

Di sekeliling jalan juga banyak sekali pedagang kuliner yang dapat anda cicipi bahkan ada juga penjual cinderamata sebagai oleh-oleh.

Di dalam masjid terdapat banyak ukiran yang sangat unik dan mengandung nilai seni yang cukup menarik. Di halaman Masjid juga terdapat beberapa pohon kurma yang di tanam oleh pengurus masjid, karena di kajen sendiri dikenal sebagai kota santri maka tak heran jika nantinya anda berkunjung terdapat para santri yang bersebaran di sepanjang jalan masjid dan makam Syekh Ahmad Mutamakkin.

Desaign masjid jami’ kajen memadukan antara seni ukir dan kaligrafi, Masjid Jami’ merupakan salah satu bangunan kuno yang usianya sudah berabad-abad. Untuk dapat menikmati keunikan yang di sajikan Masjid Jami’ anda tidak perlu membayar sebesar pun anda bisa masuk kapanpun selama masih ada penjaga masjid.

Di halaman masjid juga terdapat berbagai macam tanaman yang di tanam oleh pengurus masjid. Menurut sejarahnya Masjid Jami’ Kajen pernah melalui renovasi sebanyak 4 sampai 5 kali namun walaupun begitu para pengurus masjid bersepakat untuk mempertahankan beberapa keaslian dari bangunan masjid dengan alasan memang bangunan yang masih kokoh dan masih layak digunakan.

Jadi walaupun usianya sudah berabad-abad masjid jami’ kajen tetap mepertahankan bangunan kunonya, dan pada tahun 2010 lalu para pengurus Masjid telah melakukan renovasi ulang pada bangunan masjid yang tahap pertamanya telah di selesaikan dalam 4 bulan.

Dalam proses pembangunan masjid yang di ketuai oleh KH Ahmad Mudz Thohir dan mendatangkan arsitek benama Ir. Budi (orang konghuchu) dari Surabaya bahkan biaya yang di lansirkan mencapai angka 1,2 milyar yang bersumber murni dari uang kas makam Syekh Ahmad Mutamakkin. Di masjid jami’ Kajen anda akan merasakan rasa yang sejuk karena di pekarangan Masjid memang sengaja di tanami tumbuhan dan pepohonan.

Dan jika anda menggunakan mobil ketika berkunjung jangan khawatir untuk tempat parkir karena halaman Masjid Jami’ kajen sudah cukup luas untuk tempat parkir kendaraan beroda empat.

Tidak hanya warga setempat yang berkunjung ke Masjid Jami’ Kajen para peziarah dari berbagai daerah pun ramai berkunjung ke masjid setelah berziarah ke makam Syekh Ahmad Mutamakkin, biasanya para peziarah yang berdatangan pada hari jumat dari fajar hingga pada sore hari. Bahkan pada malam hari pun biasanya masih padat dengan kendaraan roda empat maupun dua yang terpakir untuk datang berkunjung ke masjid atau pun berziarah.

Mengingat Kajen Merupakan kota Santri dengan ribuan santri maka Masjid jami’ Kajen biasanya menjadi tempat favorit para santri di kajen, para santri sendiri biasanya berkunjung untuk mengaji, untuk berkeliling-keliling atau hanya untuk menghabiskan akhir pekannya.

Letak masjid kajen berada pada tengah–tengah kota Kajen, karena letaknya yang cukup stratregis maka, akan lebih efisien untuk para warga mendengar suara adzan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.