Let’s travel together.

6 Museum di Solo Sebagai Warisan Budaya Indonesia

0 26

Berbicara tentang Solo memang tak bisa lepas dari budaya keraton yang masih sangat kental, tak Cuma keraton yang menjadi ciri khas dareah yang satu ini, namun ada juga Museum yang selalu menarik untuk di ulas.

Banyaknya Museum di Solo membuat daerah ini semakin banyak di kenal sebagai daerah yang banyak memiliki warisan budaya, dan hal itu justru membuat Solo menjadi salah satu tempat tujuan untuk mengenal tentang berbagai sejarah yang ada di Indonesia.

Tak jarang para pengunjung yang datang ke Solo untuk melakukan penelitian pada beberapa Museum di Solo. Sebagian besar yang melakuakan penelitian merupakan mahasiswa bahasa dan kebudayaan, tapi ada juga pengunjung yang datang dari luar Negeri untuk melakukan penelitian tentang budaya Indonesia, mereka mengaku tertarik dengan kebudayaan Indonesia yang di anggap menarik untuk di pelajari.

Nah, di artikel kali ini akan saya bahas mengenai 6 Museum di Solo yang di anggap sebagai Warisan Budaya Indonesia.

Museum Radya Pustaka

Museum yang di klaim sebagai museum tertua di Indonesia ini merupakan salah satu Museum di Solo yang menjadi warisan Budaya Indonesia. Hal ini di karenakan museum yang di dirikan pada 18 oktober 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosodiningrat merupakan museum yang menyimpan arsip –arsip kerajaan.

Namun seiring berjalanya waktu, museum ini tak hanya menyimpan arsip surat kerajaan saja akan tetapi museum ini menambah koleksi nya dengan barang-barang peninggalan kerajaan seperti keramik, buku, arca hingga senjata kerajaan.

Museum arsip ini dulunya di gunakan sebagai tempat tinggal oleh seorang Belanda yang bernama Johannes Busselaer. Oleh karena itu museum ini memiliki nama lain Loji Kadipolo. Sehingga penataan museum ini pun tida seperti museum pada umumnya yang tertata rapi, kerena dulunya tempat ini merupakan hunian. Jadi museum ini tetap mempertahankan keslian bangunanya.

Museum Radya Pustaka ini terletak di Jl. Brigjen Slamet Riyadi, Sriwdari, Laweyan, Surakarta dan dibuka pada hari Selasa sampai hari minggu dengan jam oprasional 08.30 sampai dengan 13.00 wib.

Museum keraton Solo

Museum di Solo yang satu ini merupakan museum yang menyimpan sejarah, seni, budaya Surakarta dan tradisi kota Solo. Museum keraton Solo di bangun bersamaan dengan Keraton Surakarta pada 1743 sampai 1745 dan terletak di Jl. Sidikoro Kelurahan Baluwarti, pasar Kliwon Kota Surakarta.

Di Museum ini di bagi menjadi 13 ruangan di setiap ruangan terdapat barang yang berbeda-beda, dan barang-barang peninggalan keraton yang di simpan itu mulai dari alat-alat musik dan kesenian, alat-alat masak abdi dalem, kereta kencana hingga topi kebesaran raja Surakarta.

Pengunjung dapat melihat secara langsung setiap barang-barang yang di pamerkan di museum. Tapi menariknya wisatawan tidak boleh  masuk ke lingkungan dalam keraton jika memakai baju yang di anggap kurang sopan.

Museum ini buka pada hari Senin sampai Kamis pada jam 09.00 sampai 14.00 wib sedangkan pada hari sabtu minggu buka pada jam 09.00 sampai 15.00 wib. Tarfi masuknya Rp. 10.000 untuk hari Senin sampai Kamis dan untuk hari Sabtu Minggu Rp. 15.000.

Museum Pers Nasional

Museum pers Nasional merupakan bangunan bersejarah dan Museum di Solo yang menyimpan catatan naskah dan dokumen-dokumen kuno yang berkaitan dengan perjalanan Indonesia sesudah dan sebulum Revolusi.

Lebih dari satu juta majalah dan kabar berita yang di simpan di museum ini, majalah yang di simpan pun beragam,mulai dari majalah yang terbit pada tahun 1913 sampai 1929 dan juga menyimpan beberapa koleksi barang pada masa pers seperti kamera, radio, mesin tik bahkan baju yang di pakai oleh Hendro Druboto.

Museum Pers Nasional juga memiliki fasilitas yang dapat di gunakan oleh pengunjung seperti internet gratis, perpustakaan yang memiliki kurang lebih 12.000 koleksi buku dan tak lupa tempat baca Koran lama yang sudah di digitalisasi di tempat.

Museum Keris

Museum di Solo yang memiliki koleksi keris terlengkap di Indonesia, yaitu dengan koleksi 336 macam keris yang ada dari berbagai daerah di nusantara. Walaupun Museum Keris ini tergolong baru karena baru di resmikan pada tahun 20 Mei 2017 lalu tapi Museum ini, tetaplah Museum yang di jadikan salah satu warisan budaya di Indonesia.

Hal ini karena museum keris Ini menyimpan berbagai macam keris, mulai dari peninggalan kerajaan dan keris keris kuno, bahkan Museum keris memiliki koleksi keris yang paling tua, yaitu keris peninggalan Majapahit pada abad ke 15.

Selain itu di setiap keris yang di pajang pada etalase kaca telah di lengkapi dengan keterangan asal dan tahun penciptanya sehingga, pengunjung dapat mengerti sejarahnya secara langsung. Di Museum Keris juga telah tersedia berbagai fasilitas mulai dari perpustakaan, ruang audio visual dan diorama.

Museum Pasanggrahan Langenharjo

Salah satu Museum di Solo yang dulunya merupakan tempat rekreasi dan tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan keraton Surakarta Pakubuwono IX setelah selesai mencari ikan di sungai bengawan solo, Museum ini juga di lengkapi dengan pemandian air panas yang dulu sering di gunakan berendam para Raja.

Pengunjung juga bisa berkeliling pendopo dan dapat melihat ndalem pengarahan, ruangan yang hanya memiliki beberapa lampu penerangan sehingga terlihat sangat sakral. Selain itu pengunjung juga dapat melihat ruang belakang yang dulunya hanya di peruntukkan untuk raja dan keturunanya saja.

Museum ini juga pernah di gunakan untuk shooting uji nyali bagi salah satu stasiun televisi tepatnya di lorong depan kolam yang ternyata terdapat kayu sisa dari prahu joko tingkir yang di temukan di sungai bengawan solo.

Museum Sangiran

Museum Sangiran merupakan satu-satunya Museum di Solo yang menyimpan fosil-fosil manusia purba. Museum Sangiran juga telah di akui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia, dan di Museum inilah para arkeolog asal Jerman menemukan fosil manusia purba seperti Pithecantropus erectus dan Megantropus ercus.

Museum Sangiran juga sering di jadikan sebagai tempat penelitian di bidang Antarpologi, Geologi, Biologi, dan Paleontropologi. Keberadaan museum ini juga di akui sangat bermanfaat untuk membantu proses penelitian maupun edukasi belajar.museum ini juga memiliki banyak sekali fasilitas mulai dari perpustakaan, tempat audio visual, laboratrium, aula, mushola, toilet gudang penyimpanan dan masih banyak lagi. Untuk tiket masuk ke museum ini hanya perlu membayar RP. 5000 per orang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.