Petualangan Menuju Cantiknya Curug Bidadari Pekalongan

0 19

Memang tidak ada bidadari yang membasuh diri di Curug Bidadari Pekalongan. Tapi kesejukan dan keindahan air terjunya, tak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam cerita rakyat di Indonesia seringkali ada cerita tentang sungai, danau, atau sumber air lainnya yang menjadi tempat mandi bidadari dari kahyangan. Hah, di Jawa Tengah, Tepatnya di Kabupaten Pekalongan ada nih tempat wisata yang namanya ya cukup menggoda.

keindahan curug bidadari

Tempat itu adalah Curug Bidadari yang terletak di Desa Purbo Jolotigo, Kecamatan Talun, kabupaten Pekalongan.  Letaknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar dua jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kota Pekalongan. Sayangnya buat teman-teman yang menggunakan kendaraan umum hanya bisa sampai ke Kecamatan Doro saja.

Waktu Berkunjung Ke Curug Bidadari

Curug Bidadari buka dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 saja. Namun, saya sarankan untuk teman-teman pulang sebelum waktu tutup. Lebih baik pulang sekitar pukul 16.30 atau kurang agar tidak berkendara dalam keadaan gelap.

Soalnya beberapa daerah di jalanan tersebut cukup gelap saat malam tiba karena kurangnya penerangan. Jalan yang masih asri dan penuh pepohonan yang rimbun di jalan menuju tempat parkir membuat cahaya matahari tertutup dan sore cepat terasa gelap.

Namun, jangan khawatir dan mengira jalan menuju air terjun ini masih jelek. Jalan sudah diaspal dan bagus. Jadi, tidak perlu khawatir, berkendara terasa aman dan nyaman. Meskipun begitu, tetap berhati-hati ya.

Keindahan Curug Bidadari

Di Curug Bidadari tidak benar-benar ada bidadari disana. Meskipun tidak seperti di legenda-legenda dimana para bidadari dari kahyangan berkumpul, tapi jangan kecewa dulu. Soalnya, air terjun ini mengimpan keindahan alam yang tidak kalah cantik dan indahnya daripada bidadari-bidadari yang digambarkan dalam legenda.

Setelah turun dari are parkir, perjalanan menuju air terjun yang indah ini pun dimulai dengan jalan kaki. Track berupa turunan yang terjal dan ada juga tanjakan cukup menguras tenaga. Tapi, sepanjang perjalanan tersebut kita bisa menikmati Indahnya alam. Pepohonan yang rimbun di kanan-kiri jalan. Tak lupa suara merdu burung atau serangga sesekali terdengar. Terkadang juga perlu menyebrangi sungai kecil yang alirannya tidak besar samun cukup sedap dipandang.

Setelah perjuangan yang cukup panjang barulah kita sampai ke Curug Bidadari. Aliran airnya cukup deras meskipun air terjun ini tidak terlalu tinggi. Air yang jatuh dari air terjun ini tidak langsung mengalir. Tapi, air tersebut tertampung dalam sebuah “kolam” dimana kita bisa mandi sepuasnya. Mungkin inilah gambaran tempat mandinya para bidadari dalam legenda. Menceburkan diri disana membuat penat ditubuh setelah perjalanan hilang seketika.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.